Bulan: Agustus 2013


Struktur Organisasi Perguruan Tinggi Swasta (PTS)


Struktur Organisasi memiliki dampak yang signifikan terhadap kinerja dan produktivitas anggotanya. Karenanya, setiap perubahan struktur organisasi akan memberikan efek kepada anggotanya (karyawan). Desain perubahan tersebut seharusnya mempertimbangkan banyak hal sehingga memberikan efek positif kepada organisasi dalam mencapai visi dan misinya.

Dari sisi Perguruan Tinggi, Perguruan Tinggi Swasta (PTS) sangat berbeda dengan Perguruan Tinggi Negeri, sehingga didalam mendesain struktur Organisasi sebuah PTS harus mempertimbangankan semua aspek yang ada pada PTS tersebut dan tidak bisa hanya mencontoh atau meniru struktur organisasi PTN.

Dari tiga fungsi tridharma perguruan tinggi, sampai saat ini PTS di Indonesia masih sangat lemah dibidang pengabdian dan penelitian. Beberapa PTS masih fokus pada bidang pengajaran (peningkatan kompetensi lulusan) dan pencitraan karena berdampak langsung kepada jumlah mahasiswa, untuk itu struktur yang di kembangkan harus mengutamakan kedua bidang tersebut.

Pengertian Struktur Organisasi.

Struktur Organisasi adalah Suatu susunan dan hubungan antara tiap bagian secara posisi yang ada pada perusahaaan dalam menjalin kegiatan operasional (bagaimana pekerjaan dibagi, dikelompokkan, dan dikoordinasikan secara formal) untuk mencapai tujuan.

Dalam mendesain struktur organisasi, terdapat enam elemen kunci yang perlu diperhatikan oleh para manajer, yaitu :

  • Spesialisasi pekerjaan. Sejauh mana tugas-tugas dalam organisasi dibagi-bagi ke dalam beberapa pekerjaan tersendiri.
  • Departementalisasi. Dasar yang dipakai untuk mengelompokkan pekerjaan secara bersama-sama. Departementalisasi dapat berupa proses, produk, geografi, dan pelanggan.
  • Rantai komando. Garis wewenang yang tanpa putus yang membentang dari puncak organisasi ke eselon paling bawah dan menjelaskan siapa bertanggung jawab kepada siapa.
  • Rentang kendali. Jumlah bawahan yang dapat diarahkan oleh seorang manajer secara efisien dan efektif.
  • Sentralisasi dan Desentralisasi. Sentralisasi mengacu pada sejauh mana tingkat pengambilan keputusan terkonsentrasi pada satu titik di dalam organisasi. Desentralisasi adalah lawan dari sentralisasi.
  • Formalisasi. Sejauh mana pekerjaan-pekerjaan di dalam organisasi dibakukan.

(sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Struktur_organisasi)


Value Engineering


Value Engineering (Rekayasa Nilai) atau biasa disebut VE, adalah suatu susunan metode untuk mengurangi biaya produksi atau penggunaan barang dan jasa, tanpa mengurangi mutu yang diperlukan atau performa (Performance).

Materi PowerPoint dapat di download dengan link di bawah

FUNCTION, COST, WORTH

Idenstifikasi Kebutuhan Konsumeb (Customer Needs)

Konsep dan Teori Nilai

Kreativitas Desain

Pemilihan Pengembangan Produk

Melaksanakan Study VE