SISTEM PENDIDIKAN DAN KURIKULUM


Satuan Kredit Semester

Satuan Kredit Semester adalah satuan yang digunakan untuk menyatakan:

  • besarnya beban studi mahasiswa,
  • besarnya pengakuan atas keberhasilan kumulatif bagi suatu program tertentu,
  • besarnya usaha untuk menyelenggarakan pendidikan bagi perguruan tinggi, serta besarnya usaha untuk menyelenggarakan pendidikan bagi tenaga-tenaga pengajar.

Tujuan penerapan sistem SKS di Perguruan Tinggi

Tujuan Sistem SKS adalah :

  1. Memberikan kesempatan kepada para mahasiswa yang cakap dan giat belajar untuk dapat menyelesaikan studi dalam waktu yang sesingkat-singkatnya.
  2. Untuk memberikan kesempatan kepada para mahasiswa agar dapat mengambil mata kuliah yang sesuai dengan minat, bakat dan kemampuannya.
  3. Untuk memberikan kemungkinan agar sistem pendidikan dengan input dan output jamak dapat dilaksanakan.
  4. Untuk mempermudah penyesuaian kurikulum dari waktu ke waktu dengan perubahan permintaan stakeholder dan perkembangan ilmu dan teknologi.
  5. Untuk memberikan kemungkinan agar sistem evaluasi kemajuan belajar mahasiswa dapat diselenggarakan dengan sebaik-baiknya.
  6. Untuk memungkinkan transfer (pengalihan) kredit antar jurusan, antar bagian, atau antar fakultas dalam suatu Perguruan Tinggi.
  7. Untuk memungkinkan perpindahan mahasiswa dari Perguruan Tinggi yang satu ke Perguruan Tinggi yang lain.

Untuk perkuliahan, nilai satu kredit semester ditentukan berdasarkan atas beban kegiatan yang meliputi tiga macam kegiatan per minggu yaitu:

  • 50 menit acara ’”atap muka” terjadwal dengan tenaga pengajar, misalnya dalam bentuk kuliah.
  • 60 menit acara ”Kegiatan akademik terstruktur”, yaitu kegiatan studi yang tidak terjadwal, tetapi direncanakan oleh tenaga pengajar, misalnya dalam bentuk membuat pekerjaan rumah, tugas atau mengerjakan soal-soal.
  • 60 menit acara ”kegiatan akademik mandiri”, yaitu kegiatan yang harus dilakukan mahasiswa secara mandiri untuk mendalami, mempersiapkan ujian, misalnya dalam bentuk belajar.

Kurikulum

Kurikulum adalah seperangkat pengalaman belajar berupa materi ajaran (mata kuliah) yang tersedia bagi pencapaian program studi jenjang tertentu.

PUSTAKA: Ad Rooijakkers (1987) Cara Belajar di Perguruan Tinggi, Gramedia Pustaka Utama (GPU)