Tag: Job Placement


Job Placement dan Cooperative Academic Education


Job Placement dan Cooperative Academic Education dalam Upaya Peningkatan Jumlah Serapan Lulusan Perguruan Tinggi

Proses pengembangan program dengan metode job placement dan Cooperative Academic Education merupakan salah satu langkah yang dapat ditempuh oleh PT dalam meningkatkan kompetensi dan daya serap lulusan. Program ini mempunyai beberapa keuntungan dan mamfaat dalam meningkatkan kompetensi lulusan. Program Cooperative Academic Education mensyaratkan bahwa mahasiswa dianggap sebagai tenaga kerja profesional yang bekerja penuh atau paruh waktu sehingga layak mendapatkan kompensasi yang sesuai, mendapat wewenang dan tanggung jawab yang sesuai dengan proporsinya sebagai karyawanan perusahaan.

Secara umum, kompetensi yang diharapkan dari lulusan PT yaitu memiliki dua sisi keahlian yaitu hard skills dan soft skills. Hard skill meliputi kemampuan akademis, analitis, dan berbagai keahlian yang spesifik sesuai pekerjaan yang akan diemban. Sedangkan soft skills meliputi kemampuan intra dan antar personal, kecerdasan emosional , dan yang tidak kalah pentingnya adalah kemampuan menyesuaikan diri dengan lingkungan (change management). Namun sangat disayangkan PT sebagaimana pendidikan formal pada umumnya terlalu berfokus kepada hard skills yang menghasilkan tenaga kerja yang ahli di bidang pekerjaannya, namun terkendala dengan permasalah pengelolaan emosi, hubungan antar individu di tempat kerja, maupun ketidak fleksibelan dalam menangani berbagai perubahan yang terjadi di tempat kerja. Hal ini disebabkan kurang terasahnya soft skills lulusan. Program Job Placements dan Cooperative Academic Education diharapkan dapat meningkatkan kompetensi lulusan baik hard maupun soft skills.

Implementasi program ini dapat diterapkan pada mahasiswa program S1 yang telah selesai menempuh pendidikan akademis hingga semester 6 (diharapkan telah memiliki kompetensi keilmuan yang memadai). Metode pendidikan yang dilakukan adalah dengan bekerja di suatu perusahaan, industri, atau UKM selama 3-6 bulan pada jeda peralihan semester. Selama mengikuti program, mahasiswa bekerja secara penuh waktu (full-time) dalam kegiatan sebuah perusahaan, industri, atau UKM yang dapat berupa kegiatan dalam jalur produksi atau manajemen atau pun proyek khusus yang disepakati antara Perguruan Tinggi dan perusahaan terkait. Dari pekerjaan yang dilakukan dalam program ini, mahasiswa mendapat kompetensi dan kompensasi keuangan sebagaimana karyawan dalam suatu perusahaan. Program ini diharapkan dapat melengkapi latar belakang akademis dan kemampuan analisis yang didapatkan selama kuliah dengan pengalaman dalam dunia kerja, sehingga pada akhirnya akan menghasilkan lulusan yang secara akademis berwawasan luas dan sekaligus mampu menjawab tantangan dunia kerja dan menciptakan lapangan kerja.

Tujuan dari program ini adalah:

  1. Meningkatkan kompetensi lulusan PT (hard skills dan soft skills).
  2. Memperpendek waktu tunggu kerja bagi lulusan karena lulusan telah memiliki pengalaman kerja riil sebelum lulus PT.
  3. Merangsang tumbuhnya wirausahawan/wati dari lulusan PT, karena melalui program ini lulusan dapat menggali ide-ide pengembangan kewirausahaan dengan mengkombinasikan pemahaman keilmuannya yang masih sangat kuat dengan dunia kerja yang lebih nyata.

Manfaat dari program ini adalah:

Mahasiswa;

  1. Mengetahui kompetensi yang dimiliki harus dimiliki dan yang sesuai dengan kebutuhan reel di perusahaan/ industri.
  2. Memiliki pengalaman bekerja secara nyata di suatu perusahaan, industri dan UKM , sehingga soft skills dan hard skills meningkat.
  3. Memberikan kesempatan secara langsung untuk dapat terlibat dengan usaha kecil dan menengah untuk mengasah jiwa kewirausahaan mahasiswa.
  4. Memiliki kesempatan untuk secara lebih nyata melihat relevansi antara kuliah dan dunia kerja.
  5. Memperoleh kesempatan yang lebih besar untuk mendapat bekerja di perusahaan yang bersangkutan atau perusahaan lainnya berkat pengalaman kerja yang dimiliki, atau menciptakan lapangan kerja sebagai wirausahawan/wati.

Perguruan Tinggi;

  1. Pengembangan kurikulum yang lebih relevan dengan dinamika dunia kerja.
  2. Meningkatkan kemampuan dosen dalam memberikan kuliah yang relevan dengan dunia kerja.
  3. Memiliki hubungan yang makin erat dengan perusahaan/industri untuk mengembangkan program kemitraan lainnya (misalnya; pertukaran pakar, bantuan alat untuk pendidikan, atau konsultasi).
  4. Ikut membantu dalam pengembangkan usaha kecil dan menengah.Perusahaan;

Perusahaan;

  1. Akan memiliki data yang lengkap tentang lulusan yang memiliki potensi untuk direkrut.
  2. Program yang sifatnya jangka pendek (3 – 6) bulan sangat cocok untuk mengisi kebutuhan SDM jangka pendek.
  3. Program perencanaan untuk pengembangan di bidang SDM lebih terarah.
  4. Memiliki hubungan yang erat dengan perguruan tinggi untuk dapat mengembangkan program kemitraan lainnya.
  5. Bagi UKM dapat memperoleh masukan dari akademisi dalam memperbaiki atau mengembangkan berbagai aspek dalam pengembangan usaha.

Gambar Coop

Gambar 1. Manfaat pelaksanaan program

Tahapan-tahapan dalam implementasi Program Job Placement dan Cooperative Academic Education, adalah:

  1. Tahap kesepahaman mengenai Program Job Placement dan Cooperative Academic Education serta pengumpulan informasi perusahaan dalam database PT.
  2. Tahap kesepahaman dan kerjasama dengan perusahaan/ industri tetang Program Job Placement dan Cooperative Academic Education.
  3. Tahap pembekalan bagi mahasiswa yang akan mengikuti program tsb, yaitu memberikan pembekalan kepada mahasiswa mengenai dunia kerja.
  4. Tahap pelaksanaan program, mahasiswa melakukan Cooperative Academic Education di perusahaan dengan pendampingan oleh dosen PT.
  5. Tahap Job Placement, yaitu telah terjalin saling percaya yang sangat kuat antara PT dan perusahaan sehingga pada saat perusahaan membutuhkan tenaga kerja maka posisi tersebut akan langsung diisi oleh lulusan yang direkomendasikan oleh PT.